Sinergi online- Bertampat di gedung Auditorium kampus, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IKIP PGRI Bojonegoro Rabu pagi (20/03/2013) menggelar hajat besar yakni Seminar nasional berbasis pendidikan.
Dalam kegiatanya acara tersebut membahas tentang pentingnya membangun karakter bangsa dalam dunia pendidikan dan aplikasi untuk kurikulum saat ini dan kurikulum 2013 yang akan segera diberlakukan.
Sekitar 200 peserta yang terdiri dari Mahasiswa, dosen, dan tamu undangan tampak antusias mengikuti tiap rangkaian acara.
Acara yang mengambil tema “Abad 21 Sebagai Ajang Kebangkitan Indonesia Dalam Merevitalisasi Dunia Pendidikan Menuju Karakter Bangsa” dihadiri oleh berbagai narasumber yang berkompeten yakni Dr. H Sulistiyo, M.pd. (Ketua Umum PB PGRI - Jakarta), Sulistyanto Seojoso ( Pengurus Dewan Pendidikan Jawa Timur) dan Bahrudin, S.Hi (Pendiri sekolah alternatif “ Qoryah Toyyibah” Salatiga – Jawa Tengah).
Menurut ketua panitia Ahmad Syahid acara itu sebagai motifator bagi civitas akademia agar senantiasa berbenah untuk mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.
“Acara ini sangat penting bagi kalangan akademisi, karena dengan memperkuat karakter/watak luhur akan membuat bangsa indonesia semakin maju” ujarnya.
Ia juga menambahkan semoga setelah acara ini para peserta mampu mengamalkan apa yang telah mereka dapatkan.
“Semoga acara ini memiliki output yang bermanfaat bagi lingkungan kita” pungkasnya [mam]
Dalam kegiatanya acara tersebut membahas tentang pentingnya membangun karakter bangsa dalam dunia pendidikan dan aplikasi untuk kurikulum saat ini dan kurikulum 2013 yang akan segera diberlakukan.
Sekitar 200 peserta yang terdiri dari Mahasiswa, dosen, dan tamu undangan tampak antusias mengikuti tiap rangkaian acara.
Acara yang mengambil tema “Abad 21 Sebagai Ajang Kebangkitan Indonesia Dalam Merevitalisasi Dunia Pendidikan Menuju Karakter Bangsa” dihadiri oleh berbagai narasumber yang berkompeten yakni Dr. H Sulistiyo, M.pd. (Ketua Umum PB PGRI - Jakarta), Sulistyanto Seojoso ( Pengurus Dewan Pendidikan Jawa Timur) dan Bahrudin, S.Hi (Pendiri sekolah alternatif “ Qoryah Toyyibah” Salatiga – Jawa Tengah).
Menurut ketua panitia Ahmad Syahid acara itu sebagai motifator bagi civitas akademia agar senantiasa berbenah untuk mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.
“Acara ini sangat penting bagi kalangan akademisi, karena dengan memperkuat karakter/watak luhur akan membuat bangsa indonesia semakin maju” ujarnya.
Ia juga menambahkan semoga setelah acara ini para peserta mampu mengamalkan apa yang telah mereka dapatkan.
“Semoga acara ini memiliki output yang bermanfaat bagi lingkungan kita” pungkasnya [mam]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar