Home » » Opini Sinergi

Opini Sinergi


Surat Terbuka untuk Mahasiswa

Jauhi Budaya Hedonis, Serba Instant, dan Copy Paste
Oleh: Susanto, M.Pd. *)

Bojonegoro tempat ku bermimpi

wujudkan masa depan nan jaya

makmur damai sejahtera

hijau indah asri tampak dimata

tunas-tunas muda tumbuh subur

dan semangat selalu lahir trobosan

dalam semua lirih kehidupan

saling mencinta senafas dan sejiwa

tanah kerap hujan dan banjir kering

waktu kemarau kekurangan keterbatasan,

cambuk untuk berkarya jaya
bojonegoro smangat berbenah

bojonegoro tak henti berkarya
bojonegoro semua pasti suka bojonegoro matoh.

(Bojonegoro Matoh: Kang Yoto)

Luar biasa apa yang tersirat dari lagu Bojonegoro Matoh di atas. Sebuah pesan yang memancarkan energi yang positif yang harus dimiliki oleh seorang pemuda, masyarakat dan siapa saja untuk menjadikan sesuatu yang lebih dan bermartabat. Dengan kata lain, lagu di atas bisa jadi inspirasi untuk melakukan sesuatu yang terbaik. Mengingat kondisi yang demikian, pertanyaan awal perlu kita renungkan. Siapa sih yang dikatakan sebagai seorang pemuda? Apakah orang yang bekerja di sawah? Seorang mahasiswa yang tekun belajar di kampus? Ataukah seorang kasir di Bank? Pertanyaan berikutnya: bagaimanakah peran yang harus dilaksanakan dalam kehidupan sehari hari khususnya dalam menghadapi tuntutan zaman terlebih lagi bagi pembangunan daerahnya? Haruskah untuk merevitalisasi kembali semangat kebangsaan kita untuk membangun Indonesia Jaya dan Bojonegoro matoh?

Pemuda dalam Konteks

Pemuda (termasuk mahasiswa) memiliki semangat untuk berubah dan kemampuan untuk melakukan perubahan dalam sebuah peradaban. Hal ini yang menjadi peran paling penting dari pemuda. Jika kita melihat kembali sejarah Indonesia, kita akan melihat begitu dominannya peran pemuda dalam melakukan perubahan. Dimulai dari kebangkitan nasional 103 tahun silam, sumpah pemuda yang menjadi cikal bakal persatuan Indonesia, kemerdekaan republik Indonesia, lahir dan tumbangnya orde baru serta lahinya orde reformasi. Sejarah mengatakan tanpa pemuda negeri ini tidak akan menikmati kemerdekaan dan terus menerus hidup dalam ketidakadilan.

Perubahan menjadi indikator suatu keberhasilan terhadap sebuah gerakan pemuda. Perubahan menjadi sebuah kata yang memiliki daya magis yang sangat kuat sehingga membuat gentar orang yang mendengarnya, terutama mereka yang telah merasakan kenikmatan dalam iklim status quo. Kekuatannya begitu besar hingga dapat menggerakkan kinerja seseorang menjadi lebih produktif. Keinginan akan suatu perubahan melahirkan sosok pribadi yang berjiwa optimis. Optimis bahwa hari depan pasti lebih baik.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, namun bangsa ini menderita karena kezaliman para pemimpinnya. Sudah cukup lama bangsa Indonesia mengalami Krisis multidimensional. Mulai dari ekonomi, moneter, hukum, moral dan masih banyak lagi. Indonesia yang notabenenya Negara tropis maritim kaya raya menempati peringkat IPM (indeks pembangunan masyarakat) 109 dari 174 negara . ini sudah menjadi fakta bahwa Indonesia membutuhkan perubahan. Indonesia harus menjadi barisan Negara-negara maju di dunia dimana keadilan dan kesejahteraan menjadi bagian tak terpisahkan. Angka kemiskinan harus ditekan seminimal mungkin begitupula dengan angka pengangguran. Korupsi harus diberantas, supremasi hukum harus ditegakkan. Isu-isu negatif tidak boleh lagi terdengar di Indonesia, lingkungan, sosial, politik dan pendidikan. Dan satu hal yang tidak boleh terlupakan adalah perbaikan moral khususnya para pemuda Indonesia pada umumnya dan Bojonegoro pada khususnya.

Awas Jebakan “Copy Paste”

Problematika pemuda yang terbentang di hadapan kita sekarang sungguh kompleks, mulai dari masalah pengangguran, krisis mental, krisis eksistensi, hingga masalah dekadensi moral. Budaya pragmatisme yang kian merebak membuat sebagian pemuda terjebak dalam kehidupan hedonis, serba instant, copy paste dan tercabut dari idealisme, sehingga cenderung menjadi manusia yang antisosial dan tidak beradab.

Sehingga muncul pertanyaan, apakah masih relevan pemuda (termasuk mahasiswa) dikatakan sebagai agen perubahan di masa saat ini? Tentu saja jawabannya adalah ya! Masih ada pemuda-pemuda Indonesia yang peduli dengan bangsanya. Tinggal bagaimana caranya agar pemuda lainnya bisa turut berkontribusi untuk perubahan bangsa Indonesia. Keprihatinan terhadap kondisi pemuda saat ini harus tetap diprihatinkan tanpa mengabaikan perubahan itu sendiri. Karena suatu perubahan tidak perlu menunggu orang banyak. Dia akan bergulir dengan sendirinya bersama para pemuda yang teguh dengan komitmennya untuk perubahan.

Dalam tataran yang demikian, tentunya ada beberapa hal yang perlu kita kaji sekaligus renungkan bersama. Pertama, bangsa yang maju dan jaya tidak semata-mata disebabkan oleh kompetensi, teknologi canggih ataupun kekayaan alamnya, tetapi utama dan terutama karena dorongan semangat dan karakter bangsanya. Dalam konteks demikian, pemahaman karakter diri yang tangguh akan menjadikan seorang individu berkarakter yang sesungguhnya.

Kedua, peran karakter bagi diri seorang manusia adalah ibarat kemudi sebuah kapal. Karakter adalah kemudi hidup yang akan menentukan arah yang benar bahtera kehidupan seorang manusia. Dengan kata lain, kita sudah saatnya untuk selalu mengedepankan sikap dan jiwa yang berkarakter dalam membangun sebuah peradaban. Saya pun sependapat dengan Drs. Hanna Jumhana B (dalam H. Soemarsono; 2008: 16) bahwa karakter merupakan nilai-nilai yang terpatri dalam diri kita melalui pendidikan, pengalaman, percobaan, pengorbanan, dan pengaruh lingkungan, dipadukan dengan nilai-nilai dari dalam diri manusia. Sehingga dalam tataran ini sudah langkah mendesak apabila kita selalu mengedepankan sikap keindonesiaan yang bersumber pada kearifan atau semangat kedaerahan. Sikap primordial sah-sah saja asalkan tetap dijadikan tumpuan untuk membangun karakter dan peradaban yang dapat membangkitkan sikap dan cara pandang kearah perbaikan moralitas bangsa. Dan bagaimana dengan engkau para mahasiswa?

*) Penulis adalah Dosen Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Alumnus UNS Surakarta. Kini tinggal di Jl. Kyai Mojo Gang Buyut Pani V Bojonegoro. Email: langittanpabatas@gmail.com

Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. Media Informasi Kampus IKIP PGRI Bojonegoro - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger